Wonosobo [punya] cerita

Apapun Usahanya, Tekuni Saja

19 Aug 2013 - 21:18 WIB

Sore kemarin, akhirnya jadi juga saya pergi ke tempat pangkas rambut. Jelang pukul empat sore, saya tiba di tempat pangkas. Harus sabar dulu ternyata, sebab begitu sampai disana, sudah nampak tiga bocah menanti giliran. Alhasil, saya terpaksa mengantri. Yah, hitung-hitung latihan sabar juga pikir saya. Sambil menunggu, jemari saya memainkan handphone iseng ketak-ketik tulisan ini.

Sore itu saya menyambangi pangkas rambut “besus”. lantaran lokasi “besus” terbilang cukup srategis, saya memilih tempat ini. Berada di pinggir jalan dan tak jauh dari terminal desa. Tempat parker “besus” juga cukup luas. Tepat di depan “besus”, terpajang sebuah etalase berisi bermacam accesoris komputer. Sembari menyelam minum air, sambil buka pangkas rambut, si pemilik membuka took accesoris. Di samping etalase, di atas sebuah meja juga terdapat sebuah printer guna jasa pengeprinan.

Mulanya heran juga, kenapa sore ini tempat ini begitu bejubel pelanggan. Tak biasa-biasanya, pikir saya. Dan ternyata bukan cuma “besus” yang kebanjiran order. Satu tempat pangkas lain di ujung jalan dekat masjid tak kalah ramainya. Saya pun coba meraba-raba, bila dalam sehari saja, ada setidaknya 15 orang yang pangkas rambut, dengan tarif sekali pangkas 6 ribu rupiah, maka dalam sehari berarti si tukang pangkas bakal beroleh uang 90 ribu. Ini artinya dalam sebulan, dengan jumlah rata-rata tiap bulan 30 hari, berarti pendapatan si tukang pangkas bakal sampai di angka dua juta tujuh ratus ribu rupiah. Untuk ukuran pedesaan, hasil ini jelas tergolong sangat lumayan bahkan terhitung besar.
Lewat usaha pangkas rambut yang sederhana kelihatannya ini, nyatanya bisa jadi jalan mengalirnya pundi rupiah yang tak sedikit jumlahnya.

Yang Penting Tekun

Sedikit-dikit lama-lama menjadi bukit. Begitu pepatah mengajak kita untuk selalu gigih dalam usaha. Meski kecil dan remeh temeh kelihatannya, asal dikerjakan dengan tekun dan sungguh-sungguh, InsyaAllah bakal awal dari terbukanya gerbang kesuksesan. Selama pekerjaan itu halal dan baik, tak perlu lagi ada rasa malu bagi kita untuk mengerjakannya.

Sudah saatnya kita mengusir jauh-jauh kata malu untuk mulai berusaha. Peluang-peluang itu mengambang dimana-mana, tinggal mau atau tidak kita mengambilnya. Tak perlu risau soal modal, toh nyatanya dengan modal tak terlalu besar, dengan beragam kreativitas usaha impian kita bisa dibuka. Yang terpenting untuk sukses dalam setiap usaha adalah kemauan dan ketekunan tiada henti. Lahir dan batin.

Salam persahabatan dari Wonosobo Kawan.


TAGS   Usaha / Gigih / Tekun /


Author

In'am Al Fajar
penikmat kopi dan buku. blog lainnya : http://catatanpakguru.web.id

Recent Post

Recent Comments

Categories

bulan menulis