Untuk masalah satu ini, mungkin, bisa jadi, teman saya inilah - bila ada ajang semacam award untuk nominasi orang paling bingung cari jodoh-kakak kelas dengan pautan umur kurang lebih dua tahun ini salah satunya. Kulitnya sawo matang. Tak gelap. tinggi badannya tak lebih tinggi dari saya. Perawakannya pun tak lebih gemuk dari saya. Saya dan dia sama-sama tak terlalu berat bila diatas timbangan badan, untuk ukuran bujang diatas 24 tahunan. Yah, walau tak bisa dikatakan ideal. Tapi ya di ideal-idealkan saja.
Padahal untuk jadi gemuk atau ideal-lah, kata orang kita cukup melakukan beberapa langkah mudah. Gampang saja, pertama cukupi kebutuhan minum Anda, kata dokter minimal 2 liter atau setara 8 gelas ukuran sedang, setiap hari. Minum yang dimaksud disini tentu konsumsi air putih. Bukan wedang jahe, es sekoteng, teh, kopi atau malah bajigur. Sekali lagi air putih. Air yang tanpa campuran yang dalam bahasa fiqh kadang teristilah dengan air mutlak. Karena tak benar-benar memiliki nama yang mutlak atau pasti. Ia akan diberi nama sesuai dengan wadah alias tempatnya.
Langkah kedua, atur jadwal makan yang teratur. Pasang jam beker Anda, agar jam makan jangan sampai telat. Syukur-syukur makanan Anda berumus 4 sehat lima sempurna yang mengandung unsur karbohidrat, protein, mineral dan vitamin. Idealnya begitu, tapi kenyataan terkadang tak sesuai angan. Inginnya sih bermenu sehat yang penuh dengan nilai gizi, tapi lha wong adanya nasi lauk sambal tambah beberap potong gorengan tempe, ya diterima saja. Mungkin ini memang rizki kita saat itu. Dan bukan berniat melawan dokter, nyatanya, dengan makan seadanya, menu yang itu-itu saja, tak sedikit alias banyak teman-teman di Pesantren yang tubunya tetap sehat bahkan sampai pada tingkatan gemuk. Joz gandoz tho.
Dan langkah yang ketiga sekaligus yang terakhir, cukupi waktu istirahat atau tidur Anda. Berapa jam idealnya ? yah, itu tergantung kebutuhan dan kebiasaan sebenarnya. Tak pernah benar-benar ada hitungan pasti berapa lama waktu yang mesti disisihkan untuk kegiatan tidur ini. Saya menyebut tidur dengan kegiatan, Anda kira-kira setuju tidak ? Yang setuju silahkan acungkan tangan ! Ha ha..ha Ah, gitu aja kok repot. Kata Almarhum Gus Dur. Pakai acung tangan segala. Continue reading ‘Bingung Jodoh’

Komentar Terakhir